Bung Karno - Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di DPR, Maruarar Sirait, yakin Megawati Soekarnoputri akan kembali memimpin partai berlambang kepala banteng moncong putih tersebut. "Sistem kami itu yang punya suara adalah pengurus partai di tingkat kecamatan, dan 99% dari mereka memilih Ibu Mega," kata Maruarar usai pertemuan antara Tim 9 dalam Panitia Khusus Angket kasus Bank Century di DPR dengan bekas Wakil Presiden Jusuf Kalla di kediaman Kalla, Jakarta Selatan, Minggu (4/4).
Biografi Bung Karno - Menurut Maruarar, Megawati memang sosok yang tepat sebagai ketua umum karena keteguhannya pada prinsip. Ibu Mega, menurut dia, tidak bisa diiming-imingi, tidak bisa ditekan.
"Kalau ada kader PDIP yang bersalah secara hukum, silahkan diproses saja. Kami tidak akan melindungi koruptor," kata Maruarar.
Megawati, menurut Maruarar, juga adalah figur pemersatu karena faktor ideologis. "Yang dihormati di dalam dan di luar (partai) pasti Ibu Mega," lanjutnya.
Menurut Maruarar, terkait dengan isu koalisi oposisi, mayoritas grass root PDIP menginginkan PDIP tetap konsisten berada di luar pemerintah "Sebagai partai penyeimbang dan pengontrol pemerintah," kata Maruarar.
Maruarar menegaskan, posisi PDIP sebagai partai oposisi tetaplah dibutuhkan. "Kalau tidak, siapa lagi yang mau melakukan check and balances," kata dia.
Biografi Bung Karno - Menurut Maruarar, Megawati memang sosok yang tepat sebagai ketua umum karena keteguhannya pada prinsip. Ibu Mega, menurut dia, tidak bisa diiming-imingi, tidak bisa ditekan.
"Kalau ada kader PDIP yang bersalah secara hukum, silahkan diproses saja. Kami tidak akan melindungi koruptor," kata Maruarar.
Megawati, menurut Maruarar, juga adalah figur pemersatu karena faktor ideologis. "Yang dihormati di dalam dan di luar (partai) pasti Ibu Mega," lanjutnya.
Menurut Maruarar, terkait dengan isu koalisi oposisi, mayoritas grass root PDIP menginginkan PDIP tetap konsisten berada di luar pemerintah "Sebagai partai penyeimbang dan pengontrol pemerintah," kata Maruarar.
Maruarar menegaskan, posisi PDIP sebagai partai oposisi tetaplah dibutuhkan. "Kalau tidak, siapa lagi yang mau melakukan check and balances," kata dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar